Rabu, 18 Februari 2015

Muhammad SAW adalah nabi umat hindu

Ada satu hal yang menjadi dasar apabila kita ingin untuk mengetahui ajaran dari suatu agama dengan lebih baik, yaitu dari kitab suci-nya.
Ya benar, kitab suci-nya. Hal ini juga membuat saya teringat saat SD dulu pernah diajarkan bahwa syarat sebuah ajaran/kepercayaan dapat dikatakan sebagai agama, adalah adanya kitab suci. Tanpa itu tidak layak sebuah ajaran/kepercayaan dipandang sebagai sebuah agama.

Orang dapat mengatakan agamanya mengajarkan ini dan itu, bahwa mereka harus mempercayai dan melakukan ini dan itu, tapi jika itu semua ternyata berbeda atau bertentangan dengan apa yang disebuntukan dalam kitab sucinya, maka semua yang dipercayai atau dijalankan itu mungkin saja tidak akan ada gunanya. Karena dalam agama apapun selalu ada (sedikit atau banyak) pengaruh kebudayaan atau bahkan pemikiran/ajaran yang dianggap orang menjadi bagian dari ajaran agama tersebut, tapi ternyata bukan seperti itu yang diajarkan dalam kitab sucinya. Dan ternyata bila kita membaca dan mempelajari suatu agama langsung dari kitab sucinya, kita akan menemui hal-hal yang sangat menarik yang mungkin sangat berbeda dari pemahaman kita semula tentang suatu agama.

Definisi Hindu

Agama Hindu adalah sebuah agama yang berasal dari daratan India, kemudian baru menyebar ke seluruh dunia. Sesungguhnya kata Hindu memiliki definisi geografis, yaitu orang atau keadaan orang yang menghuni di sekitar sungai Sindu. Menurut ahli sejarah, kata Hindu pertama kali dipergunakan oleh orang Persia ketika pertama datang ke India melalui jalan sebelah barat laut Himalaya. Menurut Encyclopedia of Religion and Ethics vol. 6 ref 699 : kata Hindu tidak ada disebutkan dalam setiap literatur India, bahkan dalam kitab sucinya sendiri sebelum orang Muslim datang ke India.

Menurut Jawaharlal Nehru dalam bukunya : Discovery of India page : 74 – 75 –> kata Hindu pertama kali digunakan pada abad ke-8 pada masa Persia, dan tidak pernah digunakan untuk menerangkan pengikut agama tertentu, tapi untuk menunjukkan suatu komunitas masyarakat. Dan kata Hindu pertama kali digunakan oleh orang Inggris untuk menunjukkan kepercayaan sebagian besar orang India.

Menurut Encyclopedia Britanica vol. 20 Ref. 581 : kata Hindu pertama kali digunakan oleh penulis Inggris pada tahun 1830 untuk menggambarkan keadaan dan kepercayaan orang India. Dan karena berasal dari orang Inggris, maka kata itu sekarang menjadi bahasa Inggris.

Sebenarnya orang Hindu terpelajar keberatan thd penggunaan kata itu, karena menurut mereka itu salah kaprah. Seharusnya nama agama Hindu adalah : Sanata Dharma (agama yang abadi), Vedic Dharma (agama Weda), atau Vedantist (pengikut Weda). Hal ini karena kata Sanata Dharma, Vedic, ataupun Vedantist memang ada tersebut dalam kitab-kitab suci Hindu. Apalagi saat ini agama Hindu sudah menyebar ke seluruh dunia, bukan hanya menjadi kepercayaan yang dianut oleh orang India saja.

Definisi Islam

Islam berasal dari kata bahasa arab “salam” yang artinya “damai”, atau kata “Salim” yang artinya penyerahan diri pada Tuhan. Jadi Islam berarti : kedamaian yang didapat karena penyerahan diri pada Tuhan. Dan semua yang menyerahkan diri kepada Tuhan disebut muslim.

Kata Islam banyak terapat dalam Qur’an dan hadits nabi seperti di QS. Al-Baqarah(2) : 208, sedangkan kata muslim banyak juga terdapat dalam Qur’an dan hadits seperti pada QS. Ali Imran(2) : 64.

Sebenarnya menurut kepercayaan agama Islam sendiri, adalah salah kalau mengatakan Islam adalah sebuah agama yang didirikan atau diciptakan oleh nabi Muhammad. Islam sudah ada sejak dahulu kala, sejak manusia pertama ada di bumi ini. Nabi Muhammad bukanlah pendiri Islam, melainkan penutup para nabi. Jadi, sebelum nabi Muhammad telah ada banyak nabi-nabi yang lain yang juga mengemban amanat Tuhan untuk menyebarkan ajaran agama dari Tuhan.

Konsep Tuhan dalam Hindu

Menurut orang Hindu awam, Tuhan bisa ada 1, 10 ,100, 1000, atau mungkin sejuta. Tapi kalangan Hindu yang terpelajar (umat Hindu yang mempelajari kitab suci dan sejarah Hindu) akan mengatakan bahwa ajaran Hindu hanya percaya pada satu Tuhan(monotheisme/ Tauhid).

Kebanyakan umat Hindu menganut paham Phanteism/Fantaisme (Pancaran), yaitu “Everything is God” (semua adalah Tuhan). Matahari, bulan, bintang, bahkan ular-pun dianggap Tuhan. Sedang umat Islam menganut paham “Everything is God’s” (semuanya milik Tuhan). Pohon, manusia, bumi, bulan, bintang, dll. semua adalah milik Tuhan. Dalam Hindu –> God, dalam Islam –> God’s, perbedaannya hanya pada “’s”. Maka jika umat Hindu dan Islam sepakat pada “’s” ini maka mereka akan bersatu.

Kitab suci Hindu

Kitab Hindu terbagi dalam 2 kategori besar, yaitu : Sruti dan Smriti. Sruti = sesuatu yang diturunkan, yang didengar, yang dirasakan, dan yang dipahami. Inilah yang diakui oleh cendekiawan Hindu sebagai wahyu Tuhan dan derajatnya lebih tinggi dari kitab-kitab lain. Sruti terbagi dua yaitu : Weda dan Upanishad.

Veda diambil dari kata sansekerta “ved” yang artinya : pengetahuan. Jadi Weda artinya : pengetahuan yang sangat mulia.

Veda dibagi menjadi :

Rigveda –> inti weda
Yajurveda –> tentang mantra
Samaveda –> tentang melodi
Atharva veda –> formula magis

Veda dianggap paling dijamin keasliannya dan paling di kramatkan, serta dianggap bernilai wahyu dari Tuhan. Usia yang pasti dari kitab ini tidak ada yang tahu, ada bermacam-macam pendapat. Dari yang bilang sudah 1310 juta tahun, sampai ada juga yang mengatakan hanya sekitar 400 tahun saja. Siapa yang menulis, diturunkan pada siapa, kapan pertama kali diturunkan, tidak ada yang tahu.

Kitab “kelas dua” setelah Sriti adalah Smriti. Smriti artinya ingatan. “sm” berarti mengingat. Cendekiawan Hindu mengatakan kitab ini bukan dari Tuhan, tapi buatan manusia sebagai petunjuk hidup sehari-hari. Ada juga kitab itihas – epik, ada 2 epik besar yaitu : Ramayana dan Mahabarata yang mengisahkan tentang peperangan.

Ayat-ayat tentang Tuhan dalam kitab Hindu

Dalam kitab Upanishad :

Chandogya Upanishad Ch. 6 Sec. 2 V. 1 menyatakan bahwa Tuhan hanya ada satu.

Shvetashatara Upanishad Ch. 6 V. 9 menyatakan bahwa Tuhan itu tidak punya ibu dan bapak, Dia tidak punya tuan dan pelindung.

Shvetashatara Upanishad Ch. 4 v. 19 menyatakan bahwa Tuhan itu tidak ada sesuatupun yang menyerupai Dia

Shvetashatara Upanishad Ch. 4 v. 19 menyatakan bahwa Tuhan tidak bisa dilihat. Tidak ada orang yang mampu melihat dengan mata.

Dalam kitab suci Hindu yang paling sering dibaca orang yaitu Bhagavad Gita :

Bhagavat Gita Ch. 10 V. 3 menyatakan bahwa Dia tidak dilahirkan, tak ada permulaan, Tuhan seru sekalian alam.

Dalam kitab utama Hindu,
Veda :

Yajurveda Ch. 32 V. 3 menyatakan bahwa tidak ada rupa bagi Tuhan, Dia tidak pernah dilahirkan, Dia yang berhak disembah

Yajurveda Ch. 40 V. 8 menyatakan bahwa Tuhan tidak berbentuk dan dia suci

Yajurveda Ch. 40 V. 9 menyatakan bahwa “Andhatma pravishanti” artinya memasuki, dan “assambhuti” artinya benda/alam seperti api, air, dan udara. Maksudnya mereka yang menyembah benda/alam seperti api, air, udara, telah masuk kedalam kegelapan

Atharvaveda Bk. 20 Hymn 58 V. 3 menyatakan bahwa sungguh Tuhan itu Maha Besar

Pada Rigveda yang dianggap paling suci, pada Rigveda Bk. 1 Hymn 64. V. 46 dinyatakan : Tuhan itu Maha Esa, panggillah Dia dengan berbagai nama. Di Islam juga ada 99 nama untuk Tuhan yang satu.

Juga diulangi pada Rigveda Bk. 10 Hymn 114 V. 5 menyatakan Tuhan itu satu tapi Dia disebut dengan nama yang bermacam-macam

Pada Rigveda Bk. 2 Hymn 1 menyatakan bahwa ada 33 nama yang ditujukan pada Tuhan, diantaranya :

- Rigveda Bk. 2 Hymn 1 V. 3 : Brahama (pencipta), bahasa arabnya Choliq. Umat muslim tidak keberatan kalau Allah dipanggil dengan Khalik atau Creator, atau Brahama. Tapi kalau orang menyebuntukan Brahama itu adalah Tuhan yang berkepala 4 dengan mahkota, umat muslim sangat tidak setuju.

- Shvetashvatara Upanishad Ch. 4 V. 19 menyatakan tidak ada satu makhlukpun yang menyerupai Tuhan.

- Rigveda Bk. 2 Hymn 1 V. 3 : Vishnu (Wishnu) artinya Sustainer (pemelihara alam), yang memberi rizki. Bahasa arabnya adalah “Rabb”. Orang muslim tidak keberatan Allah disebut Rabb, Vishnu, Sustainer, Cheriser.
Yang jadi masalah adalah Vishnu adalah Tuhan yang punya 4 tangan, tiap tangan memegang cakra, tangan kirinya memegang rumah kerang, menaiki seekor burung garuda sambil bersandar pada gulungan ular. Umat muslim tidak bisa menerima itu.

- Apalagi Yajurveda Ch. 32 V. 3 menyatakan bahwa tidak ada rupa bagi Tuhan

-Rigveda Bk. 1 Hymn 1 V. 1 menyebutkan : kami tidak menyembah kecuali Tuhan yang satu

- Rigveda Bk. 6 Hymn 45 V. 6 menyebutkan “sembahlah Dia saja, Tuhan yang sesungguhnya”

-        Dalam Brahama Sutra disebutkan : “Hanya ada satu Tuhan, tidak ada yang kedua. Tuhan tidak berbilang sama sekali”.

Konsep Tuhan menurut Islam

Jawaban terbaik umat Islam tentang Konsep Tuhan adalah apa yang terdapat pada QS. Al-Ikhlas (112) : 1 – 4 :

Ayat 1 : Katakanlah, “Dialah   Allah, Yang Maha Esa”

Ayat 2 : Allah tempat meminta segala sesuatu

Ayat 3 : Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan,

Ayat 4 : dan tidak ada sesuatupun yang setara dengan Dia.

Ternyata ayat-ayat dalam kitab-kitab Hindu yang disebut diatas tadi mempunyai kecocokan dengan apa yang tertulis dalam surat Al-Ikhlas, seperti sebagai berikut :

QS. Al-Ikhlas (112) : 1 = Chandogya Upanishad Ch. 6 Sec. 2 V. 1 –> Tuhan hanya satu.

QS. Al-Ikhlas (112) : 2 = Bhagavat Gita Ch. 10 V. 3 –> Dia adalah Tuhan semesta alam

QS. Al-Ikhlas (112) : 3 = Shvetashatara Upanishad Ch. 6 V. 9 –> Tuhan tidak punya bapak dan ibu

QS. Al-Ikhlas (112) : 4 = Shvetashatara Upanishad Ch. 4 v. 19 dan Yajurveda Ch. 32 V. 3 –> tidak ada yang menyerupai Tuhan

Ayat-ayat dalam QS. Al-Ikhlas dalam Al-Qur’an dan ayat-ayat dalam kitab-kitab Hindu tadi adalah merupakan batu ujian terhadap keimanan. Jika ada yang mengatakan bahwa dia atau sesuatu itu Tuhan, masukkan pada ayat-ayat dari Qur’an dan kitab-kitab Hindu tadi, bila lulus, maka dia atau sesuatu itu benar adalah Tuhan, tapi kalau gagal maka dia/sesuatu itu bukanlah Tuhan.

Sebagai contoh :

Ada “sebagian” umat Hindu yang menyatakan bahwa Bhagwan Rajneesh adalah Tuhan. Dalam kitab suci Hindu memang tidak ada satupun yang menyatakan dia adalah Tuhan, tapi ada orang-orang yang menyatakan dia sebagai Tuhan. Untuk mengetahui seseorang/sesuatu adalah Tuhan, masukkan dalam ayat-ayat tadi, kalau lulus, dia benar Tuhan, kalau tidak berarti dia “Tuhan palsu”.

Al-Ikhlas ayat 1 : dia unik/hanya satu-satunya? Tidak. Masih banyak orang lain yang mengaku sebagai Tuhan. Banyak orang juga menjalani kehidupan seperti dia : makan, minum, tidur, berbicara, dll.

Al-Ikhlas ayat 2 : dia mutlak dan abadi? Tidak. Dia penderita asma, penyakit gula, dan nyeri punggung kronis. Tuhan penyakitan? Dan pada akhirnya dia juga mati seperti manusia lainnya. Tuhan mati?

Al-Ikhlas ayat 3 : dia tidak dilahirkan dan tidak punya ayah-ibu? Dia lahir di India dan punya ayah-ibu. Tahun 1981 dia pergi ke Amerika dan melakukan ribuan kunjungan di Amerika, kemudian membangun sebuah kota di daerah Oregon yang bernama Rajneesh furm. Tapi kemudian dia ditangkap di Amerika dan pemerintah Amerika menaruhnya di Furmbash. Dan dia mengaku sebagai Tuhan di Amerika. Dan orang yang mengaku Tuhan itu minta rokok ketika di penjara. Tuhan dipenjara? Tuhan minta rokok? Setelah dia kembali ke India, di kota Puna dia kembali membuat markas yang dikenal sebagai masyarakat Osho. Di sana ada sebuah prasasti bertuliskan “Rajneesh tidak pernah lahir dan tidak pernah mati, pernah singgah di planet bumi pada tgl 11 des 1991 s/d 19 jan 1990”. Tapi mungkin mereka lupa mencantumkan kalau ia pernah tidak diijinkan masuk ke 21 negara karena tidak punya visa. Tuhan yang menciptakan dunia harus mengemis visa untuk masuk ke Negara-negara yang terdapat dalam bumi yang telah diciptakan-Nya ?

Al-Ikhlas ayat 4 : tidak ada makhluk yang menyerupai Tuhan. Jadi apapun dan siapapun di jagat raya ini yang dibandingkan dengan Tuhan, maka dia bukanlah Tuhan. Rajneesh adalah manusia yang sama dengan manusia lain. Makhluk apapun di alam semesta ini tidak ada yang akan lolos dari ayat ini untuk dapat dinyatakan sebagai Tuhan.

Orang Islam memanggil Tuhannya dengan nama “Allah”. Sekalipun kata “Allah” secara umum bisa diartikan sebagai Tuhan, tapi nama ini adalah nama yang unik, benar-benar menyatakan ke-esa-an Tuhan, tidak bisa seperti kata “God” dalam bahasa Inggris yang bisa jadi Gods, Godes, God father, God mother, dll. yang tidak dapat digunakan untuk meyatakan ke-esa-an Tuhan. Bahkan kalau dalam bahasa Indonesia kita mengenal dua kata yang berbeda untuk “Tuhan” dan “Dewa”, maka kata “God” dalam bahasa Inggris tidak bisa membedakannya. Misalnya kata “God of gambler” bukan diartikan sebagai Tuhannya penjudi, tapi diartikan sebagai Dewa Judi.

Konsep kehidupan dan kematian dalam Hindu

Umumnya umat Hindu percaya apa yang dinamakan “Samsara”, yaitu perputaran kelahiran dan kematian berulang kali, yang dikenal dengan nama “Reinkarnasi”. Yaitu orang yang sudah mati rohnya akan berpindah pada sosok lain yang akan lahir kembali di dunia. Bila amalannya baik, maka ia akan terlahir kembali dengan kehidupan yang lebih baik, tapi bila amalannya jelek ia akan terlahir kembali dengan kehidupan yang buruk atau menjadi makhluk yang lebih rendah derajatnya. Begitulah terjadi berulang kali. Mereka mengatakan konsep Samsara inilah yang dapat menjawab mengapa ada orang yang lahir cacat dan miskin. Sebab untuk apa Tuhan menciptakan orang cacat dan orang miskin di dunia ini? Begitulah kepercayaan umum kebanyakan umat Hindu.

Akan tetapi ternyata hal ini tidak terdapat dalam Weda. Yang disebuntukan Weda hanya “Punarjanam” atau hidup berikutnya atau hidup lagi, tapi bukan perputaran hidup-mati. Para cendekiawan Hindu mengatakan bahwa tidak pernah ada konsep perpindahan roh/ reinkarnasi dalam Weda.

Rigveda Bk. 10 Hymn 16 V. 4 – 5 berbicara mengenai kehidupan sesudah mati, bukan perputaran hidup-mati.
Dalam Weda juga terdapat konsep surga dan neraka yang mirip dengan konsep dalam Islam. Surga digambarkan sebagai tempat yang sangat indah, banyak mengalir sungai susu, buah-buahan bermacam-macam, tempatnya indah, dll. Neraka juga digambarkan mrip dengan konsep dalam Islam, dimana neraka digambarkan dengan gambaran api, dimana di neraka orang akan mengalami penderitaan.
Konsep kehidupan dan kematian dalam Islam

Terdapat beberapa ayat yang dapat jadi acuan :

QS. Al-Baqarah(2) : 28 menyebuntukan bahwa manusia pada awalnya adalah mati, kemudian dihidupkan oleh Allah, lalu akan mati dan dibangkitkan kembali.

QS. Al-Mulk(67) : 2 menyebuntukan bahwa Allah yang menciptakan hidup untuk jadi batu ujian. Hidup ini adalah ujian untuk kesuksesan di akhirat.

QS. Ali-Imran (3) : 185 menyebuntukan bahwa setiap jiwa akan merasakan mati, pada hari akhir akan diperhitungkan semua amalan manusia. Orang2x yang selamat dari siksa api neraka dan memasuki surga, di sana mereka akan mendapatkan apa yang mereka inginkan di dunia, dunia ini hanyalah berisi permainan dan tipuan belaka.

QS. Al-Baqarah (2) : 24 isinya menjelaskan tentang neraka.
Dalam konsep Islam, manusia lahir ada yang kaya, miskin, sehat, cacat, semua adalah ujian bagi manusia. Dan karena ujian yang berbeda-beda itulah kehidupan bisa berlangsung.

Minuman keras dalam Hindu dan Islam

QS. Al-Maidah(5) : 90 menyebuntukan larangan terhadap minuman keras, judi, menyembah berhala, mengundi nasib, adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan syaitan. Dan menyuruh menjauhi perbuatan itu agar mendapat keberuntungan.

Dalam Hindu ternyata juga ada konsep yang serupa :

Minuman keras dilarang dalam kitab2x Hindu : Manusmriti Ch. 9 V. 235, Manusmriti Ch. 11 V. 55, Rigveda Bk. 8 Hymn 2 V. 12, dan banyak lagi bagian yang lain.

Judi dilarang dalam kitab Weda, misalnya : Rigveda Bk. 10 Hymn 34 V. 3
Mengundi nasib dengan bermain dadu dilarang, mis : Rigveda Bk. 10 Hymn 34 V. 13
Hal2x yang berhubungan dengan meramal adalah dosa, mis : Manusmriti Ch. 9 V. 258

Poligami dalam Hindu dan Islam

Telah dikenal secara luas bahwa dalam Islam terdapat konsep poligami. Masalah yang belakangan sempat jadi isu kontroversial dengan pendapat yang pro dan kontra. Secara umum pula banyak orang (di dalam ataupun di luar Islam) telah menganggap bahwa konsep poligami hanya ada di agama Islam. Tentang topik ini lebih lengkap anda bisa membaca tulisan saya tentang Poligami.

Di Islam konsep Poligami terdapat dalam surat An-Nisa’ ayat 3. Bagaimana dalam Hindu? Adakah disebuntukan tentang poligami? Beberapa yang hal dapat dijadikan acuan adalah :

Vishnusutra Ch. 24 V. 1 menyebuntukan kalau ayahanda Sri Rama punya 4 istri

Mahabarata Anushasana Parva Sec. 15 menyebuntukan Krisna punya 16100 istri

Jika dianalisa, orang Hindu boleh mempunyai istri berapapun ia mau, hanya pemerintah India saja yang membatasi dengan mengeluarkan undang2x perkawinan pd th 1956 bahwa orang Hindu hanya boleh menikah dengan 1 istri, sedangkan kitab sucinya membolehkan sesukanya.
Dalam data pemerintah India, terdapat data poligami dari seluruh penduduk India, bahwa dalam kurun waktu 10 tahun dari tahun 1961 – 1971 orang muslim yang berpoligami sebanyak 4.31% dari jumlah komunitasnya, sedangkan orang Hindu yang poligami adalah sebanyak 5.06% dari jumlah komunitasnya.

Jihad dalam Hindu dan Islam

Hindu juga punya konsep Jihad yang sama dengan Islam yaitu berjuang/berperang melawan kebathilan, seperti pada :
Bhagavat Gita 2 : 50 ketika Krisna menyuruh Arjuna untuk berjihad, “Berjihadlah engkau demi memperoleh “Yoga” (syahid). Jihad itu demi kebaikan kamu, Jihadlah!
Kalau di Al-Qur’an terdapat kisah2x tentang perang, Kitab Mahabarata adalah kitab yang berisi peperangan antara Pandawa dan Kurawa. Kitab setebal ribuan halaman itu isinya hanya kisah peperangan.

Bhagavat Gita –> adalah berisi nasihat Sri Krisna kepada Arjuna di medan pertempuran

Bhagavat Gita Ch.1 V. 42-46 –> Arjuna berkata pada Sri Krisna kalau ia lebih baik mati tak bersenjata tanpa perang daripada harus membunuh saudara sepupu (Kurawa)

Bhagavat GitaCh. 2 : 2 –> Krisna berkata, “Oh Arjuna kenapa pikiran kotor itu bisa masuk ke dalam benakmu? Kalau engkau enggan berperang, engkau tidak akan masuk surga, kenapa engkau berkata seperti itu, itu bisa melemahkan hatimu.”

Bhagavat Gita Ch. 2 : V.31-33 –> Hai Arjuna, kamu ini satria, kamu harus berperang. Dengan begitu engkau akan masuk surga, mereka tidak.

Rukun Islam dalam Hindu

Hadits Bukhari Vol 1 kitab Iman hadits no 8 menyatakan : Islam itu terdiri atas 5 tiang : Syahadat, Sholat, puasa, zakat, haji.

Syahadat –> kesaksian bahwa tiada Tuhan selain Allah (konsep Tuhan yang Esa) dan Muhammad adalah utusan Allah. Di atas sudah dibuktikan bahwa konsep Tuhan yang Esa memang ada dalam Hindu. Dan tentang Muhammad adalah utusan Tuhan juga sudah pernah kita bahas di tulisan “Muhammad adalah nabi umat Hindu?”

Sholat –> kegiatan utama dlm sholat adalah bersujud, seperti terdapat pada : QS. Ali-Imron(3) : 43 dan QS. Al-Hajj (22) : 77.
Dalam Hindu ada banyak bentuk peribadatan, salah satunya disebut “Shastang” yang artinya menyembah dengan 8 anggota badan. Bila kita perhatikan sujud juga dilakukan dengan 8 anggota badan, yaitu : dahi, hidung, 2 telapak tangan, 2 lutut, dan 2 kaki. Jadi dalam Hindu juga ada konsep beribadah dengan bersujud seperti dalam sholat.

Zakat –> Rigveda Bk. 10 Hymn 117 ayat 5 menjelaskan tentang berderma.

Puasa –> Manusmriti Ch. 4 ayat 222 dan Manusmriti Ch. 6 ayat 24 menyebuntukan tentang puasa

Rigveda Bk. 3 Hymn 29 ayat 4 menyebuntukan tentang “Ilaspad” yang artinya adalah juga baitullah. Dan juga dikatakan berada ditengah2x dunia “prathvi”. Dan kita tahu letak Mekkah ada ditengah dunia pada daerah garis Katulistiwa. Hal yang sama Juga disebut pada Rigveda Bk. 1 Hymn 128 V. 1

Jadi ternyata dalam Hindu juga terdapat konsep yang mirip dengan Rukun Islam.

Kembali ke ajaran kitab suci

Sumber referensi pada akhir ceramahnya menyampaikan suatu hal yang sangat menarik tentang ajakan untuk kembali ke kitab suci sebagai dasar utama ajaran agama. Karena hanya dengan kembali ke kitab suci-lah seseorang dapat menemukan esensi sebenarnya dari ajaran agamanya yang mungkin saja tidak pernah diketahuinya karena minimnya akses umat ke kitab suci, dan selama ini hanya menerima saja apa yang diberikan oleh pemimpin agama mereka. Masalahnya adalah banyaknya para pemuka agama yang melarang umatnya untuk membaca kitab suci, membuat terhalangnya umat untuk memahami kitab sucinya.

Islam yang tidak mengenal konsep kependetaan sebagai perantara antara umat dan Tuhannya dapat menjadi contoh yang bagus dimana justru dengan tidak adanya konsep kependetaan itu membuat umat Islam mempunyai akses terhadap kitab sucinya jauh lebih besar dibandingkan umat2x agama lainnya.

Ia juga berpendapat, seperti umat Islam yang tetap menjaga bahasa arab dalam Al-Qur’an, seharusnya umat Hindu juga menghidupkan lagi bahasa Sansekerta sebagai alat untuk memahami kitab sucinya, karena seperti yang sudah sering berhasil ia buktikan dalam berbagai diskusi agama, sebuah kitab suci akan lebih dapat dipahami dengan benar apabila ia dibaca dan dipahami melalui bahasa aslinya. Ia mengatakan, Jika orang Hindu memahami kitab sucinya dengan baik, mereka akan menemukan bahwa kitab suci Hindu dan Islam sama berbicara tentang Tuhan yang satu, mereka akan punya misi yang sama seperti yang dikatakan oleh nabi Muhammad, dan mereka akan percaya adanya kehidupan setelah kematian.

Beberapa pertanyaan yang mungkin timbul dari apa yang dipaparkan di atas tadi adalah :

Kalau ternyata banyak ajaran yang sama antara Hindu dan Islam, apakah itu berarti bahwa umat Hindu juga bisa disebut Ahlul Kitab? Jawaban ini mungkin bisa mewakili : “Dalam pandangan Islam, mungkin saja kitab Hindu adalah dari Tuhan dan tokoh2xnya adalah nabi utusan Tuhan. Tapi andaikata itu benar, itu hanya untuk masa lalu, setelah nabi Muhammad datang dengan ajarannya, itulah yang harus diikuti..”. Dalam ajaran Islam jelas menyatakan bahwa pada masa sebelum Al-Qur’an dan nabi Muhammad, sudah terdapat ajaran dan kitab2x suci dari Tuhan, tetapi setelah nabi Muhammad dan Al-Qur’an muncul, itulah versi terakhir dan terlengkap untuk menyempurnakan semua ajaran2x Tuhan yang telah diturunkan sebelumnya.

Lantas kalau agama Hindu itu memiliki banyak kesamaan dengan Islam, apakah kita setuju dengan pendapat bahwa semua agama adalah sama? Beberapa hal berikut bisa menjadi pertimbangan :

Kalau semua agama sama, tidak akan ada orang yang berdakwah untuk agamanya. Bahkan semua orang tidak akan keberatan untuk berpindah agama sebulan sekali misalnya. Tapi kenyataannya tidak mudah bagi seseorang untuk berpindah agama, termasuk mereka yang sering berteriak menyatakan bahwa semua agama adalah sama. Hanya mereka yang benar2x telah menemukan alasan yang benar2x kuat secara pribadi-lah yang mampu melakukannya.
Mengatakan semua agama sama adalah seperti menanyakan 2+2 = berapa? apakah 2, 3, atau 4?, lalu ada orang yang menjawab bahwa semuanya benar. Hal ini tentu saja tidak benar. Dari sekian banyak agama pasti ada yang 100% firman Tuhan. Tidak masalah mana yang seorang percayai kalau ia yakin pilihannya adalah 100% benar, karena itu adalah haknya. Tapi karena perbedaan itu pasti ada, cara terbaik mengetahui mana yang paling baik dan paling benar, adalah dengan mengumpulkan semua kitab suci agama2x dan mempelajarinya, kemudian memilih yang paling baik dan paling benar diantaranya.
Maka kalau kita ingin mengetahui apakah semua agama memang sama, atau apakah semua agama memang beda dan ingin mengetahui yang paling benar diantaranya (dan ini merupakan hak setiap orang), jalan satu-satunya adalah dengan mempelajari dan mendalami perbandingan agama dengan mencari tahu sebanyak mungkin ajaran2x utama dari berbagai agama (nomor 1 adalah dari kitab sucinya) dan mengadakan studi komparatif secara ilmiah terhadapnya. Karena kalau kita juga mempelajari agama2x lain untuk mencari kebenaran yang merupakan hak semua orang, maka insyaallah Tuhan juga akan menunjukkannya pada kita.
-rkh-

“Tulisan ini dibuat bukan untuk menggali perpecahan, tetapi justru untuk menanam kebersamaan sesuai dengan tema ceramah dari sumber referensi yang dengan ceramahnya itu berharap agar umat kedua agama dapat melihat sebuah inti persamaan dalam agama mereka, sehingga mereka akan lebih mudah untuk bersatu (hal ini didasarkan pada kerapnya terjadi pertikaian antara kedua pemeluk agama tersebut di India sana).”

“Tentu saja orang boleh berbeda pendapat asal dapat menyikapinya secara baik dan dewasa. Semoga dapat berguna bagi kita semua dalam pencarian kebenaran yang hakiki.”

Rabu, 07 Januari 2015

Kidung Jawa Abdi warki Indramayu

Ana cerita, cerita ing jaman kala
Nganda aken keAgungan kang kuasa
Ngaweruhi lumakuning uriping manungsa
Piwarah maring tiang sedaya

Pawiwitan maturi puja lan puji
Maring kang maha suci
Ingkang asmanipun Allah robbul izzati
Kang ndadiaken gumelaring siti
Jagat raya lan sekabehe isi

Ing kawitane jagat raya
Gusti Allah nyipta aken banyu
Banyu diputer sewayah-wayah
Ngujud aken geni kang pecah
Pecahing geni kang ngrupa malih
Dados langit bumi kang ajrih
Ajrih maring printahing gusti
Bade sudi ngedar kang pasti

Anane langit pitung petala
Kang kecipta kalih masa
Langit kang kosong dipun kebeki
Kelawan lintang kang madangi
Surya manasi lumahing bumi
Wulan kang madangi ing wayah wengi

Papat masa gusti Allah ncipta bumi
Pitung petala kang njejegi
Sato kewan ingkang manggoni
Kacipta saking banyu alma'i
gunung-gunung dadi patoke bumi
pitung segara kang ngeluberi

Bumi kang mati dipun kirimi
Mega mendung kang ngudani
Nyukulaken wewijilan
Nrumbusaken kekayuan
Megaraken kekembangan
Dadi panggonane sato kewan

Sepertelu akhir masane
Allah nyipta mahluk liyane
Malaikat jin lan sebangsane
Manungsa kang pungkasane
Widadari manggon ning swargane
Watu lan geni dadi isi nerakane
Langit bumi paripurna dadi enem masane

Gusti Allah kang welas asih
Maha suci lan ageng
Maha tunggal kang ndeweki
Maha mireng lan pendeleng

Kang ndadiaken manungsa lan nyempurna aken
Kang netepaken agama lan njelasaken
Kang mancaraken cahya lan nyebaraken
Kang mbatesi banda lan ngakehaken

Gusti Allah kang maha kuasa
Maha adil maring hukume
Kang ngupai daya lan guna
Dateng segala hambane
Kang ndadiaken banyu lan ngaliraken
Kang ndadiaken angin lan ngembusaken
Kang manasi geni lan ngobaraken
Kang ndadiaken langit lan nduwuraken
Kang ngrata aken bumi lan ngendepaken
Kang ngugetaken wulan lan muteraken
Kang metengaken jagat lan madangaken
Kang masung gunung lan ngekeraken
Kang nanjakaken mendung lan ngudanaken

Maha suci Allah
Kang duwur lan mulya kedudukane
Kang kuat lan bagus kekuasaane
Ora bakal hina sing dimulia akenNe
Ora bakal mulia sing dilaknatine
Langka sing tercela cipta ane
Langka sing bisa ngubah ketetepane

......sunting

Wong fae hung pendekar china seorang muslim

Selama ini kita hanya mengenal Wong Fei Hung sebagai jagoan Kung fu dalam film Once Upon A Time in China. Dalam film itu, karakter Wong Fei Hung diperankan oleh aktor terkenal Hong Kong, Jet Li

Namun siapakah sebenarnya Wong Fei Hung? Wong Fei Hung adalah seorang Ulama, Ahli Pengobatan, dan Ahli Beladiri legendaris yang Namanya ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional China oleh pemerintah China. Namun Pemerintah China sering berupaya mengaburkan jatidiri Wong Fei Hung sebagai seorang muslim demi menjaga Supremasi kekuasaan Komunis di China.

Wong Fei-Hung dilahirkan pada tahun 1847 di kwantung (Guandong) dari keluarga muslim yang taat. Nama Fei pada Wong Fei Hung merupakan
dialek Canton untuk menyebut nama Arab, Fais. Sementara Nama Hung juga merupakan dialek kanton untuk menyebut nama Arab, Hussein.
Jadi, bila di-bahasa-arab-kan, namanya ialah faisal Hussein Wong.
Ayahnya, Wong Kay-Ying adalah seorang Ulama, dan tabib ahli ilmu pengobatan tradisional, serta ahli beladiri tradisional Tiongkok (wushu/kungfu).
Ayahnya memiliki sebuah klinik pengobatan bernama Po Chi Lam di Canton (ibukota guandong). Wong Kay-Ying merupakan seorang ulama yang menguasai ilmu wushu tingkat tinggi.

Ketinggian ilmu beladiri Wong Kay-Ying
membuatnya dikenal sebagai salah satu dari sepuluh Macan Kwantung. Posisi Macan Kwantung ini di kemudian hari diwariskannya kepada Wong Fei Hung.
Kombinasi antara pengetahuan ilmu pengobatan tradisional dan teknik beladiri serta ditunjang oleh keluhuran budi pekerti sebagai Muslim membuat
keluarga Wong sering turun tangan membantu orang-orang lemah dan tertindas pada masa itu.
Karena itulah masyarakat Kwantung sangat menghormati dan mengidolakan Keluarga Wong.
Pasien klinik keluarga Wong yang meminta bantuan pengobatan umumnya berasal dari kalangan miskin yang tidak mampu membayar biaya pengobatan. Walau begitu, Keluarga Wong tetap membantu setiap pasien yang datang
dengan sungguh-sungguh

Keluarga Wong tidak pernah pandang bulu dalam membantu, tanpa
memedulikan suku, ras, agama, semua dibantu tanpa pamrih.
Secara rahasia, keluarga Wong terlibat aktif dalam gerakan bawah tanah melawan pemerintahan Dinasti Ch’in yang korup dan penindas

Dinasti Ch’in ialah Dinasti yang
merubuhkan kekuasaan Dinasti Yuan yang memerintah sebelumnya. Dinasti Yuan ini dikenal sebagai satu-satunya Dinasti Kaisar Cina yang anggota keluarganya banyak yang memeluk
agama Islam.
Wong Fei-Hung mulai mengasah bakat
beladirinya sejak berguru kepada Luk Ah-Choi yang juga pernah menjadi guru ayahnya. Luk Ah-Choi inilah yang kemudian mengajarinya dasar-dasar jurus Hung Gar yang membuat Fei Hung
sukses melahirkan Jurus Tendangan Tanpa bayangan yang legendaris. Dasar-dasar jurus Hung Gar ditemukan, dikembangkan dan merupakan andalan dari Hung Hei-Kwun, kakak seperguruan Luk Ah-Choi. Hung Hei-Kwun adalah
seorang pendekar Shaolin yang lolos dari peristiwa pembakaran dan pembantaian oleh pemerintahan Dinasti Ch’in pada 1734.
Hung Hei-Kwun ini adalah pemimpin
pemberontakan bersejarah yang hampir
mengalahkan dinasti penjajah Ch’in yang datang dari Manchuria (sekarang kita mengenalnya sebagai Korea). Jika saja pemerintah Ch’in tidak meminta bantuan pasukan-pasukan bersenjata
bangsa asing (Rusia, Inggris, Jepang),
pemberontakan pimpinan Hung Hei-Kwun itu niscaya akan berhasil mengusir pendudukan Dinasti Ch’in.

Setelah berguru kepada Luk Ah-Choi, Wong Fei-Hung kemudian berguru pada ayahnya sendiri hingga pada awal usia 20-an tahun, ia telah menjadi ahli pengobatan dan beladiri terkemuka.
Bahkan ia berhasil mengembangkannya menjadi lebih maju. Kemampuan beladirinya semakin sulit ditandingi ketika ia berhasil membuat jurus baru
yang sangat taktis namun efisien yang
dinamakan Jurus Cakar Macan dan Jurus sembilan Pukulan Khusus. Selain dengan tangan kosong, Wong Fei-Hung juga mahir menggunakan bermacam-macam senjata

Masyarakat Canton pernah menyaksikan langsung dengan mata kepala mereka sendiri bagaimana ia seorang diri
dengan hanya memegang tongkat berhasil menghajar lebih dari 30 orang jagoan pelabuhan berbadan kekar dan kejam di Canton yang mengeroyoknya karena ia membela rakyat miskin
yang akan mereka peras.

Dalam kehidupan keluarga, Allah banyak
mengujinya dengan berbagai cobaan. Seorang anaknya terbunuh dalam suatu insiden perkelahian dengan mafia Canton. Wong Fei-Hung tiga kali menikah karena istri-istrinya
meninggal dalam usia pendek. Setelah istri ketiganya wafat, Wong Fei-Hung memutuskan untuk hidup sendiri sampai kemudian ia bertemu dengan Mok Gwai Lan, seorang perempuan muda
yang kebetulan juga ahli beladiri. Mok Gwai Lan ini kemudian menjadi pasangan hidupnya hingga
akhir hayat. Mok Gwai Lan turut mengajar beladiri pada kelas khusus perempuan di perguruan suaminya.
Pada 1924 Wong Fei-Hung meninggal dalam usia 77 tahun

Masyarakat Cina, khususnya di
Kwantung dan Canton mengenangnya sebagai pahlawan pembela kaum mustad’afin (tertindas) yang tidak pernah gentar membela kehormatan
mereka. Siapapun dan berapapun jumlah orang yang menindas orang miskin, akan dilawannya dengan segenap kekuatan dan keberanian yang
dimilikinya. Wong Fei-Hung wafat dengan meninggalkan nama harum yang membuatnya dikenal sebagai manusia yang hidup mulia, salah
satu pilihan hidup yang diberikan Allah kepada seorang muslim selain mati Syahid. Semoga segala amal ibadahnya diterima di sisi Alah Swt dan semoga segala kebaikannya menjadi teladan
bagi kita, generasi muslim yang hidup setelahnya.
Amin.

Sabtu, 06 September 2014

Sejarah tiga buyut bugis indramayu

langsung cerita bae ya.. lamon ceritane ngawur bin ngaco reang njaluk pangapura, soale sumbere minim lan langka, dadi lmon ana
masukan, kritik, lan saran sing batur2 kuayang bungahe reang kuh..

Suatu ketika, ada tiga prajurit pelarian, prajuritnya raden trunojoyo dan prabu karaeng galesong,  ketika pemberontakan mereka terhadap
mataram telah digagalkan oleh mataram atas bantuan VOC tahun 1679.

mereka adalah panji alif dari pegaden, daeng morontolo dari makasar (sulawesi selatan), dan joko sari dari pabean (sumber. bpk serén alm). mereka lari sampai kehutan darma ayu barat, yg

di dalamnya terdapat kedung dan bukit disebelah baratnya. merekapun membuka lahan untuk bercocok tanam, panji alif menetap disebelah timur kedung, daeng morontolo disebelah
selatan kedung, dan joko sari disebelah barat kedung disamping bukit. mereka pun membolehkan penduduk lain bercocok tanam ditanah mereka.
selain bercocok tanam mereka juga telah mengirimkan surat pd raja darma ayu, bahwa mereka siap bela pati sebagai prajurit darma ayu.

setelah satu tahun joko sari dan panji alif membuka lahan, mereka menjemput anak istrinya dan memboyongnya ketempat yang baru itu.
sambil menunggu panggilan dari raja darma ayu untuk mengabdi, mereka menjalani puasa tirakat (ora mangan ora nginung lan ora
turu) untuk memperdalam kanuragan dan kesaktian mereka dgn caranya masing2.

setelah mereka dipanggil raja darma
ayu Dan ikut berperang sebagai prajurit darma ayu dalam melawan penjajah, hanya joko sari saja yg selamat. Dan dititahkan oleh raja sebagai pemimpin desanya.

Joko sari memberi nama desanya dengan BUGIS untuk mengenang daeng morontolo, teman seperjuangannya yg berasal dari suku bugis makasar. Dan peninggalan daeng morontolo yg mempunyai beberapa kandang sapi maka tempat sekitar kandangnya disebut blok KANDANGSAPI, dan tempat garu yg ditinggalkannya waktu dapat
panggilan raja disebut BUYUT GARU BUGIS. 


Untuk tempat panji alif, joko sari memberinya nama dgn BUYUT GABYOK karena waktu tirakat panji alif dalam menghalau kantuknya, dgn cara bekerja bercocok tanam siang dan malam, mungkin karna hal inilah joko sari menyebut blok panji alif dgn blok SUKATANI.

Kuwu Joko sari memimpin desa bugis dgn adil dan merakyat, namun sayang sampai tua joko sari tidak dikaruniai seorang anak. maka dia menyerahkan jabatan kuwunya kpd anak panji alif yaitu KARMUN (1917-1919). 

dan joko sari hanya mau jdi lambang/seketaris desa karena mengingat usianya yg sudah tua, sehingga ketika dia wafat tempatnya disebut BUYUT LAMBANGSARI (sumber. bpk masna
bodas).

Sewaktu kuwu karmun belum punya istri, dia mencintai gadis dari keluarga pendatang yg berasal dari melayu, namun gadis itu mau menikah sama karmun dgn satu persaratan, persyaratannya yaitu agar kedung didekat rumahnya di timbun (diurug) saja biar rata dan minta dibuatin sumur, mungkin karena dia takut mandi di kedung.
Karena begitu cintanya sama sang gadis, kuwu karmun menyanggupinya dan dibantu segenap warganya. dalam penimbunan kedung ini, tanah yg diambil yaitu berasal dari bukit
sebelah barat kedung. dan warga berduyun-duyun membuat bedeng disebelah utara untuk menahan tanah dan mengalirkan airnya.
namun sayang sebelum pekerjaan hampir usai gadis itu meninggal dunia. akhirnya karmun menamakan
dataran baru itu dgn blok CILEMPUNG (air tanah), dan tempat sekitar rumah gadis melayu itu disebut blok BATAK.
serta sumur yg telah dibuat dan sering dipake barnas ayah gadis itu, dan sewaktu dipakai sering berbunyi 'dung' maka karmun menyebutnya dgn sumur BUYUT BANDUNG.
Sedangkan Disebelah utara kedung itu disebut blok BEDENG karena tempat pembedengan dan tempat pengaliran air kedung.
Untuk sebelah barat yaitu tempatnya joko sari, kuwu karmun memberinya nama dgn blok MANGUNSARI. 

Peninggalan Joko sari sewaktu menjalani tirakat dan dalam menghalau kantuknya, dia selalu menggobang air kedung dengan memakai sanggahan 3 pohon baujan dan ternyata
sanggahan itu tumbuh hidup jdi pohon. Dan sekarang tiga pohon itu disebut BUYUT MANGUN.

Dan ketika bukit telah rata, karmun memberikan dataran itu kpd ALSIH/BUYUT DARSEM, orang yg sakti yg berasal dari bodas wetan, sehingga dataran itu oleh karmun disebut blok BODAS.

karna dataran bodas keras belum bisa ditanamin, maka buyut darsem dlm memenuhi kebutuhan sehari-hari, dia bekerja pada belanda dalam
pembuatan sungai dan bendungan.

kibuyut darsem lah yang ditunjuk belanda sebagai arsitek bendungan salamdarma dan sekitarnya, dan kabarnya sewaktu meninggal dia dimitoskan jadi buaya. sebelum meninggal dia berkata " anak putune kita bakale aman adus ning kali blanda sing awit sasak cipunegara tekang sasak pusakaratu", "Anak cucu saya akan aman mandi disungai belanda dari jembatan cipunegara sampai jembatan pusakaratu". Wallahu bi showab.

setelah kuwu karmun, kuwu bugis selanjutnya dijabat DARPEN dari bugis tua 1919-1922.

Daftar kepala desa bugis dan mangunjaya

ingin tau kuwu2 bugis? ataukah kuwu2
mangunjaya?
inilah catatan bapa masna sang pecinta sejarah bugis..

kuwu bugis
1. sari dri pabean -1917
2. karmun dri pegaden 1917-1919
3. darpen dri bugistua 1919-1922
4. timol dri bugistua 1922-1923
5. wanis dri bugistua 1923-1929
6. sarkeh dri kesan 1929-1933
7. tarkinah dri bugistua 1933-1935
8. wanis dri bugistua 1935-1943
9. pernata dri kepandean 1943-1953
10. sumbadra dri cikedung 1953-1966
11. jumar p dri bodas 1966-1967
12. sul'an dri kandangsapi 1967-1967
13. jumar p dri bodas 1967-1968
14. abud dri jakarta 1968-1970
15. basuki dri losarang 1970-1974
16. kadir dri kalimati bugis 1974-1976
17. rapingi dri losarang 1976-1978
18. karda dri bugis 1978-1988
19. maryono dri anjatan 1988-1988
20. m. bisri dri bugis 1988-1997
21. nurka dri sukatani 1997-2009
22. ato dri bugis 2009-2014

mangunjaya kamis 19 november 1984
1. nurka (wede) dri sukatani 1984-1986
2. Suwita somantri (wede) dri bodas 1986-1988
3. jumadi dri bodas 1988-1997
4. jumar dri bodas 1997-2006
5. maska (wede) dri bodas 2006
6. mustara (wede) dri bodas 2007
7. maska dri bodas 2008-

balai desa mangunjaya dibakar pd hari senin tgl 20 desember 1999 bulan puasa.

Para pendekar wanita asli indramayu

Perlu anda ketahui bahwa di kabupaten indramayu waktu jaman dahulu selain mempunyai pendekar-pendekar tangguh seperti prabu welut braja, banteng munggaran, ki gedeng kaskita, panji mungsur, namun juga terdapat pendekar wanita asli indramayu, berikut ulasannya;

pertama,
Dewi Nilemsari
dewi nilemsari merupakan putri dari prabu tepak segara raja manukrawa ( widasari). dewi nilemsari adalah putri yg cantik dan sakti, dialah satu satunya perempuan yg memiliki
ajian welutbraja warisan leluhurnya.
dewi nilemsari menikah dgn prabu wirabanyu (241-444 m) raja indraprahasta cirebon, dari
pernikahan ini lahirlah putri suklawati yg dipursunting raja ke4 tarumanagara yaitu prabu wisnuwarman.

kedua,
dewi sekar lili
dewi sekar lili merupakan pendekar yg sakti dari hutan rungu (sekarang bongas), putri dari ki gedeng codot.
atas kesaktiannya itulah, dia ikut suaminya panji barani berperang membela galuh. Atas bantuannya galuh mendapat kemenangan. 

ketiga,
Dewi rantang kencanasari,
dewi rantang kencanasari merupakan putri dari ki gedeng margoya, yg tinggal di pinggir bedeng rengas (mangunjaya).
dia adalah wanita yg cantik dan sakti, atas kecantikannya itu raden citra wijaya salahsatu putra raja sumedanglarang tergila-gila padanya, ketika raden citrawijaya beserta 60 prajurit mengunjungi dewi rantang untuk melamar ,namun ditolak lamarannya dikarenakan dewi rantang sudah punya kekasih yaitu putra dari raden ranggawulung subang, sehingga citrawijaya marah dan berniat untuk membunuh dewi rantang, namun yg terjadi raden citrawijaya dan semua prajuritnya tewas ditangan dewi rantang kencanasari sendiri.
peristiwa ini membuat murka prabu
sumedanglarang dan mengutus senopati munjul sakti untuk membunuh dewi rantang kencanasari dan keluarganya. mayat dewi rantang dan keluarganya ditenggelamkan di bedeng rengas (sebelah barat buyut mangun).

keempat,

Nyi endang darma.Nyi endang darma merupakan keturunan raja manukrawa cimanuk. ketika nyi endang darma masih bayi, kerajaan manukrawa dilanda musibah banjir besar sehingga menghancurkan kerajaan manukrawa. dgn kesaktian ki kidang penanjung/ ki buyut sidum pamannya, nyi endang darma Terselamatkan dan dibawa kepejajaran. di pejajaran nyi endang digembleng ilmu kanuragan, ilmu pertanian,dan tatanegara oleh kisidum, dan ketika ki sidum telah tiada, ia dilanjutkan dididik oleh menantu kisidum yaitu ki tana.setelah dewasa dan mendengar akan tanah kelahirannya dibuka perkampungan oleh wiralodra asal bagelen jawa tengah, nyi endang pulang didampingi kitana dan istrinya nyi tani, dan benar saja daerah cimanuk yg tadinya menjadi hutan setelah bencana, kini telah ramai menjadi perkampungan. namun nyi endang hanya bisa bertemu dgn ki tinggil saja sebab wiralodra sedang pulang ke bagelen. atas ijin ki tinggil nyi endang mendirikan pedepokan ilmu, karena merasa pewaris kerajaan manukrawa nyi endang darma punya tanggung jawab membangun cimanuk dgn mengajarkan rakyat ilmu kanuragan, pertanian, dan kelautan dibantu kitana dan nyitani. atas kesaktiannya, nyi endang darma dapat membunuh arya damar dari palembang beserta ke24 raden lainnya ( makam selawe).

kelima,
Roijah ( bajing ireng)
roijah adalah perempuan sakti yg berasal dari kandanghaur, karena kasihan sama rakyat atas penindasan belanda, roijah mencuri harta orang-orang kaya dan dibagikan kerakyat. roijah menikah dgn raden parmin atau jaka sembung adik dari raden jaya perkosa.

ke enam
hj. anna sophana,
hj. anna sophana merupakan putri dari h. ahmad ajiddin. Dan istri dari bupati indramayu dr.h. irianto mahfudz sidik (2000-2010). Atas kepribadian hj. anna yg halus, rendah hati, low profil, ramah, dan merakyat. dia terpilih menjadi bupati wanita yang pertama di indramayu
setelah masa kemerdekaan.

Sumber:

- google 

- sirat sesepuh


Rabu, 20 Agustus 2014

Darah kutai menyebar di nusantara

Nama Sebenarnya : Kerajaan Sagara Naladewiva
Nama Sebutan India : Kerajaan Quwitaire
Maradavur
Nama Sebutan Cina : Kerajaan Kho-Thay
Nama Sebutan Sekarang : Kerajaan Kutai
Mulawarman
Wilayah : Malaya Ratnadwiva
(Kepulauan Nusaantara Segara)
Berdiri Sejak : Tahun 0017 Masehi
Ibukota Pertama : Tebalairung (0017-0350
Masehi)
Ibukota Kedua : Martapura (0350-1605 Masehi)
Raja Pendiri : Tan Pihatu
Raja Penegak Drajat : Maharaja Sri Kundungga
Gelar Cri Ga Dong Ga
Raja Penegak Keturunan : Mahraja Sri
Acwawarman
Raja Terkenal : Maharaja Sri Mulawarman
Naladewa
Raja Memerintah Terakhir : Maharaja Derma
Setiya
Raja Penjawat Purus : Maharaja
S.P.A.Iansyahrechza.FW.
Masa Kekuasan Raja Tan Pihatu, Merujuk Kata-
Kata Segara Pravatam Sadiva Malaya Tertuang
Dalam Prasasti Yupa Memiliki Makna, Bahwa
Kerajaan Kutai Kuna Yang Beribukota Di
Martapura (Muara Kaman) Ini Lebih Dikenal
Dengan Kerajaan Kutai Mulawarman Adalah
Kerajaan Hindu Pertama Di Nusantara. Dengan
Adanya Wilayah Malaya Adalah Bukti Munculya
Kerajaan Kutai Kuna Pada Kurun Sebelumnya
Datang Para Pembesar Kerajaan India Dan Campa
Ke Kalimantan Telah Ada Satu Kehidupan Yg
Merupakan Penduduk Pribumi, Mereka Ini Sudah
Memiliki Sistem Kehidupan Dengan Bertani Cerita
Ini Diilhami Dengan Beberapa Nama Pemeran
Dalam Cerita Rakyat Bahwa Dulu Hidup Seorang
Raja Bernama Tan Pihatu Yang Akhirnya
Kerajaanya Sering Diserang Oleh Pasukan Raja
Hanja Pasukan Raksas, Bernama Minak Mergasi
Adalah Orang Premitib Berbadan Besar. Malaya
Adalah Kawasan Perdagangan Yang Memiliki
Negara Kerajaan Misalnya Diwilayah Utara
Kalimantan Ada Kerajaan Singkarak Dan Diselatan
Ada Kerajaan Sagara Yang Memiliki Kekuasaan
Sampai Meliputi Kalimantan Bagian Selatan Dan
Timur Serta Barat Maka Rajanya Adalah Raja Tan
Pihatu Yang Mana Keturunanya Akan Menguasai
Wilayah Sampai Utara Kalimantan Dan Akan
Menaklukan Singkarak, Raja Tan Pihatu Adalah
Putra Raja Tan Mampi Anak Minak Tan
Samburakai Maka Atas Kekuasan Wilayah Inilah
Kekuasaanya Selanjutnya Diserahkan Pada Tan
Metam, Yang Berputrakan Tan Tembayat, Yang
Berputrakan Tan Serdang Menjadi Raja
Selanjutnya Dan Hanya Memiliki Seorang Anak
Perempuan Bernama Putri Puan Gamboh Yang Di
Peristeri Kudungga Bangsawan Kerajaan Campa
Kuna.
Karena Merujuk Dari Pembuktian Faktual Artefak
Prasasti Yupa Adalah Bukti Dari Keberadaan Dan
Kemashuranya, Diyakini Prasasti Ini Dibuat Pada
Abad Ke IV Masehi Namun Jauh Sebelumya
Kerajaan Ini Pada Awal Tahun Masehi Sudah Ada,
Walapun Merupakan Wilayah Dan Baru Dizaman
Maharaja Sri Mulawarman Naladewa Kerajaan Ini
Menguasai Wilayah Seluruh Segara Antara Nusa,
Hal Ini Tercatat Dalam Yupa Bahwa Raja Segara
Mulawarman Menaklukan Negeri-Negeri
Kepulauan Melaya Dan Negara Sejajar Dengannya
Adalah Langka Dewa, Maghada (India), Langka
Suka Dan Amarapati (Campa), Dan Kalingga
(Srilangka) Dan Funan, Tingkok (Cina) Dan
Dibuktikan Dengan Kurban Agastya Acwawarman
Mengirim Putra-Putranya Menjadi Raja
Dikepulauan Nusantara Dan Duta-Duta Di Setiap
Kerajaan-Kerajaan Itu Adalah, Tarumanegara
(Jawa Barat), Sriwidjaya (Sumatra) Dan Lingga
Mataram Kuno (Jawa Tengah), Dan Tana Toraja
(Sulawesi), Dan Bali, Pembuktian Akurat Adalah
Kurban Besar Sang Mulawarman Yakni
Wafrakeswara, Jiwandana, Kalpataru, Bahagratha,
Kurban Jiwa, Binatang Sapi (Lembu), Minyak
Kental (Mentega Lemak Babi) Dan Minyak Wijen
Dan Pohon Kehidupan Serta Bunga Malay (Bunga
Teratai). Kekayaan Kerajaan Kutai Kuna Pada
Saat Itu, Penghasil Emas, Dan Air Nira Dijadikan
Gula Dan Tuak, Dan Sarang Walet Serta Getah
Kayu Kahoi Menjadi Damar Dan Getah Kayu
Gaharu, Serat Kayu Tengkawang Yang Menjadi
Komoditi Miyak Dan Kayu Tanyut Menjadi Tempat
Sarang Lebah Yang Menjadi Komoditi Bahan Lilin
Dan Madu Serta Ikan Air Tawar Dari Ratusan
Anak Sungai Mahakam Dan Danau Yg Dibuat.
Sehingga Menarik Minat Perdagangan Dengan
Orang-Orang Dari Kerajaan Amarawati Di Campa
Kamboja, India Dan Cina.
Pada Awal Abad Masehi Di Kalimantan Berdiri
Sebuah Kerajaan Yang Bernama Kerajaan Sagara,
Wilayahnya Disebut Malay Atau Malaya (Mungkin
Kata Malay Ini Dapat Diartikan Malaya Atau Me-
lo-yo Logat Cina Atau Melayu Logat Sekarang),
Yang Merupakan Orang Pribumi, Namun Kerajaan
Sagara Ini Tidak Memiliki Wilayah Luas Hanya
Merupakan Wilayah Meliputi Beberapa Daerah
Dusun Rantau, Wilayah Disebut Malaya Yang
Menguasai Perdagangan Dilaut, Adapun Kerajaan
Sagara Diperkirakan Berdiri Pada Tahun 17
Masehi, Letaknya Berada Diselatan Kerajaan
Singkarak Yang Beribukota Di Utara Kalimantan
Sekarang Merupakan Kerajaan Kuno Di Tanah
Serawak, Yang Merupakan Gerbang Perdagangan
Dengan Kerajaan Li Yi Orangnya Berbahasa Cam,
Dibangun Pada Tahun 192 Masehi Kerajaan Ini
Disebut Campa Sekarang, Kerajaan Sagara
Dipimpin Oleh Seorang Yang Disebut Penghulu
Sebagai Raja Atau Penghulu Pertama Adalah Tan
Pihatu Anak Seorang Putri Bernama Puan Tahani,
Dalam Hikayat Tan Pihatu Membangun Kerajaan
Sagara Dibantu Seorang Bernama Minak
Samburakai (Minak Dalam Bahasa Kutai Kuno
Berati Nenek Atau Ayah Dari Ayah Atau Ayah Dari
Ibu), Dan Negerinya Diberinama Tabalariung Atau
Negeri Bumbung Beratu, (Nama Tebalariung
Menurut Cerita Neroyong Kutai Adalah Tebalai
Indah Sekarang Diseberang Muara Kaman) Negeri
Ini Digambarkan Dalam Neroyong Kutai Yang
Sering Dikisahkan Pada Masa Kekanaan Dengan
Judul Negeri Bumbung Beratu Dalam Cerita Ini
Pihatu Membangun Negeri Penguasa Sagara
Lengkap Dengan Istana Disebut Balai Riung
Lengkap Dengan Senopati Dan Hulubalang Dan
Menurut Dalam Neroyong Bahwa Keturunan Tan
Pihatu Nantinya Akan Menikah Dengan Seorang
Pembesar Kerajaan Li Yi Yaitu Seorang Utusan
Dagang Bernama Ga Dong Ga Yang Menerima
Seorang Pemuda Bernama Keling (Atau Si Keling)
Pemuda Yang Datang Mengaku Anak Dari
Suryalaya (Dewa Matahari) Dengan Nama
Wangsekerta Nama Ini Kemudia Diketahui Adalah
Maharaja Sri Acwawarman Yang Merupakan Anak
Keturunan Barata Yang Menjadi Raja Di
Salakanegara Di Tanjung Tanah Sundapurwa.
Kerajaan Salakanegara Inilah Yang Awalnya
Disebut Wilayah Kepala Desa Setempat Yang
Bernama Aki Tirem Atau Sang Aki Luhurmulya.
Aki Tirem Menurut Hikayat Yang Dibuat
Berdasarkan Kajian Sejarah Gotrasawala Ditulis
Para Pakar Disebut Mahakawi Kerajaan
Salakanegara Berasal Dari Swarnabhumi
(Sumatera), Sementara Leluhurnya Berasal Dari
India. Selain Itu Didalam Pustaka Rajya-Rajya I
Bhumi Nusantara, Terdapat Naskah-Naskah
Lainnya Yang Disusun Panitia Wangsakerta,
Seperti Carita Parahyangan, Nagarakretabhumi,
Pustaka Dwipantara, Pustaka Pararawtan I Bhumi
Jawadwipa. Disitu Pula Disebutkan Bahwa
Tatkala Aki Tirem Sakit Parah, Ia Menyerahkan
Daerah Kekuasaannya Kepada Dewawarman,
Menantunya. Setelah Aki Tirem Wafat,
Dewawarman Segera Mengumumkan Berdirinya
Kerajaan Hindu Di Ujungkulon Bernama
Salakanagara. Pwahaci Larasati Pun Menjadi
Permaisuri Dengan Gelar Dewi Dhwanirahayu.
Disebutkan Dalam Pustaka Tersebut,
Dewawarman (Disebut Juga Dewawarman I)
Memerintah Tahun 130-168 Masehi. Dari
Pernikahannya Dengan Pwahaci Larasati,
Dewawarman Memiliki Beberapa Anak. Satu Di
Antaranya Anaknya Kemudian Menggantikannya
Menjadi Raja, Yakni Yang Bergelar Prabu
Digwijayakasa Dewawarman (Dewawarman II)
Yang Memerintah Tahun 168-195 M.
Dewawarman Pun Memiliki Istri Lain Seorang
Putri Pallawa Yang Meninggal Di Negerinya
Keturunannya Pun Tetap Tinggal Di India Hal Ini
Juga Tertuang Dalam Kronik (Berita) Cina Yang
Menyebutkan Bahwa Pada Tahun 132 M Di
Wilayah Jawa Bagian Barat Ada Raja Bernama
Pien Dari Kerajaan Ye-Tiao. Pien Merupakan
Nama Cina Untuk Dewawarman, Sedangkan Ye-
Tiao Lafal Cina Untuk Jawadwipa.
Keterangan Keberadaan Kerajaan Kota Perak
Dalam Catatan Ahli Geografi Yunani Kuno
Bertahun 150 M, Ptolemeus. Ia Menulisnya
Dengan Nama Argyre Yang Ada Kemiripan Dengan
Tutur Didalam Hikayat Cerita Neroyong Ganda
Kusuma, Didalam Neroyong Tersebut Dituturkan
Bahwasanya Ga Dong Ga Adalah Saudara Raja
Kota Perak Atau Negeri Perak Gemilang Kaca
Atau Oleh Orang Cina Kerajaan Ini Disebut
Kerajaan Li Yi Bangsa Cam, Adapun Raja Negeri
Perak Gemilang Kaca Ini, Setelah Menjadi Raja
Bergelar Radjendrawarma Yang Memberikan Hak
Kuasa Dagang Kepada Saudaranya Untuk Menjadi
Seorang Saudagar Dari Kerajaan Li Yi Bangsa
Cam, Bernama Ga Dong Ga Tersebut Yang
Kemudian Dikenal Dengan Nama Maharaja Sri
Kudungga Yang Kawin Dengan Anak Raja Sagara
Bernama Putri Puan Gamboh Yang Melahirkan
Putri Puan Gari Menurut Hikayat Putri Inilah Yang
Kawin Dengan Wangsekerta, Dan Melahirkan
Maharaja Sri Mulawarman Nala Dewa Yang
Menjadi Raja Sagara Tertuang Dalam Prasasti
Yupa Disebut Raja Penakluk Pravatam Sadiva
Malaya. Jadi Awalnya Raja Kalimantan Kuno
Adalah Penduduk Peribumi Bernama Bangsa
Malay (Melayu Tua) Ras Proto dan Duntro Malay
Terjadi Karena Bangsa Ini Menerima Kedatangan
Dari Koloni Bangsa Cam Dan Bangsa Bharata
Yang Membawa Pengaruh Agama Hindu Dan
Budha. Kerajaan Sagara Berkembang Pesat Oleh
Pedagang India Kerajaan Ini Disebut Quitaire
Daerahnya Disebut Ratnadwivantara Sedangkan
Pulaunya Disebut Naladwiva Dan Bandarnya Atau
Ibukotanya Disebut Martapura. Kerajaan Ini Telah
Ada Sejak Tahun 17 Masehi, Dan Kerajaan Ini
Menguasai Nusa-Nusa (Pulau-Pulau) Pada Waktu
Wangsakarta Mengirim Panglima Perangya
Kepenjuru Nusa Di Setiap Penjuru Sagara
(Lautan) Panglima Perang Tersebut Dipimpin Oleh
Tiga Orang Putra Wangsekerta Gelar Maharaja Sri
Acwawarman Adapun Putra-Putranya Tiga Orang
Antaranya Mahasenapati Wangseragen Yang
Nantinya Menjadi Penguasa Sadiva Malaya
Dengan Gelar Maharaja Sri Mulawarman
Naladwipa. Dan Putra Kedua Bernama
Mahasenopati Wangsejenjat Gelar Maharaja
Dijayawarman Memperisteri Putri Raja Campa
Dan Menjadi Raja Pula Di Campa (Kamboja
Sekarang). Yang Menurunkan Dapunta Hiyang
Raja Sriwidjaya (Sumatra Tahun 584) Dan
Menurunkan Darma Setu. Sedangkan Putra Ketiga
Bernama Mahasenopati Wangseteku Gelar
Maharaja Gunawarman, Yang Tinggal Di Kerajaan
Salakanegara, Adalah Ayah Dari Wirawarman
yang Menikah Dengan Dewi Candika Putri
Maharaja Yudhadana (Raja Bawahan
Tarumanagara Wilayah Medang Purwa 2 Dan
Medang Giri). Kemudian, Dewi Candika Dengan
Wirawarman Beranak Beberapa Orang, Dua Di An­
taranya, Amudrawarman Dan Dewi Jwalita.
Kemudian, Dewi Jwalita Dijadikan Permaisuri Oleh
Sri Maharaja Purnawaraman. Pernikahan Inilah
Yang Menjadikan Maharaja Purnawarman Sebagai
Raja Ketiga Di Kerajaan Tarumanagara. Itulah
Makna Dalam Perasati Yupa Mengatakan Bahwa
Tiga Putra Maharaja Sri Acwawarman Itu Seperti
Api Sinaya Dan Menjadikan Maharaja Sri
Mulawarman Nala Dewa Sebagai Raja Yang Kuat
Dan Berwibawa Serta Berkuasa Sebagai Anak
Raja Segara.
Raja Kutai Kuna Berkait Silsilah Dengan Raja-Raja
Di India Yang Menurunkan Raja-Raja Tertua Di
Nusantara Indonesia, Berita Bermula Dari Masa
Kerajaan Di Maghada Dilembah Sungai Gangga
Diperintah Oleh Maharaja Susunaga. Maharaja
Bimbisara. Maharaja Ajatasatru. Ibukota Berpusat
Di Petaliputra Yang Diserang Pasukan Iskandar
Zulkarnain Dari Mecedonia Pada Tahun 327
Sebelum Masehi Kemudian Kerajaan Ini
Diteruskan Oleh Kerajaan Maurya Dan Kerajaan
Gupta Dimasa Akhir Kerajaan Ini Di India Terjadi
Kekacauan Karna Diserang Bangsa Huna (Syiung
Nu) Kajian Kajian Ini Tertuang Dalam Sejarah
Nasional Dan Umum Kurikulum 1994.
Mari Kita Susuri Silsilah Di Masa Dinasty Maurya
Dalam Pemerintahan Sri Maharaja Bhrihadrata Di
Kerajaan Maghada Beribukota Dipetaliputra Di
India Yang Berperang Dengan Mahasenopati
Pushwamitra Yang Mendirikan Dinasti Sungga
Yang Melahirkan Maharaja Agnimitra Membangun
Kota Wisida Dan Keturunanya Bernama Wasuma
Mitra Melahirkan, Mitroga Yang Berputra Atwanga
Yang Melahirkan Kudunga Dan Radjendra
Menurunkan Raja-Raja Di Nusantara. Kajian Ini
Tertuang Pula Dalam Ulasan Mengenai Awal Kala
Sunda Atau kalender Nusantara Di Indonesia Oleh
Abah Ali Sasra Wijaya. Didalam Kajian Tersebut
Terurai Bahwa Kata Kalimantan Disebut Juga
Bakulapura, Kerajaannya Disebut Kutanagara Atau
Kutai Martapura. Pada Tahun 393 Masehi Atau
280 Caka Kerajaan Kutai Martapura Diperintah
Oleh Sang Maharaja Aswawarman Menjadi Besar
Dan Kuat Kemudian Dilanjutkan Oleh Putranya
Yang Bernama Maharaja Sri Mulawarman Nala
Dewa, Kerajaan Ini Sejaman Dengan Kerajaan
Tarumanagara Di Jawa Barat, Radjanya Bernama
Jayasinghawarman Gelar Maharesi
Rajadhirajaguru Jayasinghawarman
Gurudharmapurusa Dengan Ibu Kotanya
Jayasingahapura Kemudian Menjadi Sundapura,
Sang Aswawarman Beristri Dewi Gari Gelar
Maharatu Sri Gari Putri Dari Maharaja Sri
Kundungga.
Jadi Hubungan Darah Antara Kedua Belah Pihak
Kerajaan Tersebut Sangatlah Dekat Meski Pun
Jarak Sangat Jauh Memisahkan Dua Kerajaan
Tersebut, Yang Dipisahkan Oleh Lautan Dan
Dipisahkan Pulau Yaitu Pulau Jawa Dan Pulau
Kalimantan, Juga Waktu Itu Alat Tranfortasi
Hanya Perahu, Tapi Tidak Menyulutkan Semangat
Kekeluargaan Kedua Belah Pihak Dari Kerajaan
Masing-Masing, Seperti Pihak Kerajaan
Salakanagara (Pada Jamannya) Dan
Tarumanagara (Pada Jamannya) Dengan Pihak
Kerajaan Kuta Nagara Atau Kutai Martapura
Sangat Erat Sekali. Hal Ini Dibuktikan Dengan
Adanya Perkawinan Diantara Putra Mahkota Di
Dua Kerajaan Tersebut, Seperti Perkawinan
Atwangga Putra Mitrongga, Mereka Keturunan
Wangsa Warga Sungga Dari Magada Yang
Menetap Di Ratnadwiva Atau Kalimantan.
Atwangga Menikahi Kakak Dari Permaisuri
Dewawarman Yaitu Putri Dari Negeri Bharata Dan
Melahirkan Anak Bernama Kundungga (Yang
Menjadi Radja Di Kutai Martapura – Bakulapura -
Ratnadwivatara) Dan Adiknya Maharaja
Radjendra Warman Membangun Kota Perak
Gemilang Kaca Di Campa Kamboja Sekarang.
Perkawinan Sang Raja Aswawarman Dengan
Maharatu Sri Gari Putri Maharaja Kudungga Dan
Menjadikannya Sebagai Raja Kedua Di Kutai
Martapura Dengan Maharaja Aswawarman Gelar
Wangsa Kerta Adalah Putra Radja Prabu
Dharmawirya Di Kerajaan Salakanagara Berasal
Dari Bharatha, Dan Mempunyai Adinda Ipar,
Bernama Jayasinghawarman Bergelar Maharesi
Rajadhirajaguru Jayasinghawarman
Gurudharmapurusa Yang Memperisteri Dewi
Minawati Gelar Iswari Tunggal Pertwi Adalah Adik
Kandung Maharaja Aswawarman Tempatnya Di
Bumi Jawadwipa Yang Sekarang Jawa Barat.
Adik Maharaja Sri Mulawarman Naladewa
Bernama Wamsejenjat Gelar Maharaja
Dijayawarman Memperisteri Putri Raja Campa
Dan Menjadi Raja Di Campa (Kamboja Sekarang).
Yang Menurunkan Dapunta Hiyang Raja
Sriwidjaya (Sumatra Tahun 584) Dan Menurunkan
Darma Setu. Pernikahan Wirawarman Atau
Gunawarman Adik Maharaja Sri Mulawarman Nala
Dewa, Nikah Dengan Dewi Candika Putri Maharaja
Yudhadana (Raja Bawahan Tarumanagara
Wilayah Medang Purwa 2 Dan Medang Giri).
Kemudian, Dewi Candika Dengan Wirawarman
Beranak Beberapa Orang, Dua Di Antaranya,
Amudrawarman Dan Dewi Jwalita. Kemudian,
Dewi Jwalita Dijadikan Istri Oleh Sri Maharaja
Purnawaraman. Pernikahan Raja Purnawarman,
Yang Menjadi Raja Ketiga Di Kerajaan
Tarumanagara Nikah Dengan Dewi Jwalita Putri
Wirawarman Atau Gunawarman Adik Sri Maharaja
Mulawarman. Putri Maharaja Sri Mulawarman
Nala Dewa Bernama Suklawarmandewi, Adik
Maharaja Sri Wangsa Warman Raja Kutai
Martapura Ke-4, Wafat Dalam Usia Muda Tanpa
Anak Menjadi Permaisuri Utama Wisnuwarman
Gelar Sri Maharaja Wisnuwarman Iswara
Digwijaya Tunggal Jagatpati Sang
Purandarasutah, Raja Ke-4 Tarumanegara Yakni
Putra Purnawarman. Pernikahan Surya Warma
Raja Ke 7 Taruma Negara Dengan Mutya Sakti
Dan Melahirkan Sang Kandiawan Mendirikan
Kerajaan Kendan Di Medang Gana (Garut).
Pernikahan Raja Suraliman Sakti Gelar
Karmadharaja Bhimaparakrama Di Kerajaan
Kendan (Medang Giri) Bawahan Tarumanagara,
Dengan Dewi Mutya Sari Putri Raja Kutai
Martapura Keturunan Maharaja Kutai
Mulawarman, Pada Tahun 597 Masehi Atau 490
Caka. Maharaja Singa Wargalawarman Raja Kutai
Martapura Ke 14 Mempunyai Putra Antaranya : 1.
Maharaja Cendra Warman Dewa Menjadi Raja Ke
15 Di Kutai Martapura (Muara Kaman), 2.
Maharaja Diraja Jayawarman Menjadi Raja
Sriwidjaya Siguntang Mahameru (Sumatra).
Maharaja Prabu Mula Tunggal Dewa Raja Kutai
Martapura (Muara Kaman) Ke 16 Mempunyai
Anak Antara Lain: 1. Maharaja Nala Indra Dewa
Raja Kutai Martapura (Muara Kaman) Ke17
Melahirkan Putri Aji Bidara Putih Yang Menjadi
Ratu Ke 18 Di Kutai Martapura Dengan Gelar
Mahasuri Mayang Mulawarni Yang Berperang
Dengan Pangeran Dari Cina. 2. Mahaputri Nila
Perkasetiawati Dewi Kawin Dengan Prabu Wisnu
Dewata Murti Gelar Hing Giling Wesi Raja
Pajajaran Di Pakwan (Jawa Barat) Dalam Tahun
1030. Putri Aji Pidara Putih Yang Menjadi Ratu Ke
18 Di Kutai Martapura Dengan Gelar Maharatu
Mayang Mulawarni Yang Berperang Dengan
Pangeran Dari Cina, Adapun Putranya Maharaja
Indra Mulia Tunggawarman Dewa Yang Menjadi
Ratu Ke 19 Di Kutai Martapura. Yang Berputra
Kan Maharaja Sri Langka Dewa Menjadi Raja
Kutai Martapura Dan Saudaranya Panji Sengiyang
Memperisteri Putri Surak (Indu Anjat Di Perian)
Dan Membangun Lamin Di Juno Daerah Batang
Lunang Serta Menjadi Adipati Wilayah Di Keham
Dalam Dan Mempunyai Putra Bernama Seranding
Dipati I Yang Memperisteri Puan Metam Putri
Raja Melayu Yang Bersaudara Dengan Petinggi
Hulu Dusun Babu Jaluma, Dan Melahirkan 2
Orang Anak : 1. Aji Seranding Dipati Ii Menjadi
Adipati Di Indu Anjat Melahirkan Singa Jaya I.
(Turunanya Liat Silsilah Adipati Lamin Juno Indu
Anjat Perian. 2. Aji Putri Karang Melenu Di
Peristeri Raden Kusuma Saudara Tiri Raden
Widjaya Gelar Kartarajasa Jaya Wardana Raja
Dari Kerajaan Majapahit Sedangkan Raden
Kusuma Anak Lembuntal Putra Mahisa Cempaka
Gelar Nara Sinhamurti Putra Mahisa Wonga
Telong Yang Adalah Anak Hasil Perkawinan Ken
Arok Dan Ken Dedes, Yang Diangkat Batara
(Pimpinan Pangkalan Militer Di Tanjung Kute) Dan
Oleh Karna Itu Raden Kusuma Diberi Gelar Aji
Batara Agung Dewa Sakti Diangkat Menjadi
Adipati Wilayah Majapahit Dengan Jabatan
Mangkubumi Menguasai Wilayah Hulu
Dusun,Jahitan Layar Dan Tepian Batu. Turunanya
Liat Dalam Silsilah Raja Kutai Kartanegara.
Maharaja Guna Perana Tungga Raja Kutai
Martapura Ke 21 Mempunyai Anak Antara Lain :
1. Tan Reniq Gelar Maharaja Widjaya Warman
Menjadi Raja Ke-23 Di Kerajaan Kutai Martapura
Di Muara Kaman. 2. Mahaputri Indra Perwati Dewi
Gelar Mahasuri Paduka Suri Alias Putri Bengalon
Diperisteri Adipati Wilayah Kutai Kartanegara
Bernama Aji Batara Agung Paduka Nira. Nala
Perana, Menjadi Kepala Negeri (Adipati Muara
Kaman) Adalah Putra Mahkota Kerajaan Kutai
Martapura Anak Dari Maharaja Derma Setiya
Yang Meninggal Saat Berperang Dengan Aji Kiji
Pati Jaya Perana Dari Kerajaan Kutai Kartanegra
Atas Bantuan Singa Lenggawa (Adipati Indu
Anjat) Dan Seorang Arab Bernama Syid
Muhammad Suleman Yang Memperisteri Anak
Bangsawan Yang Berdiam Di Sabintulung
Bernama Putri Niradiah Atas Batuan Tuan Dari
Arab Ini Beliau Di Islamkan Dan Memperisteri
Seorang Saudara Dari Sayid Muhammad Suleman
Bernama Putri Serifah Kencana Yamg Melahirkan
Nala Singa (Tinggal Di Muara Kaman) Dan
Adiknya Pateh Reneq (Tinggal Di Ketebang
Siguntung Pedalaman Sabintulung). Nala Singga,
Menjadi Adipati Di Muara Kaman, Melahirkan
Singa Lenggawa Yang Menjadi Adipati Di Indu
Anjat Kawin Dengan Dingin Cucu Jentui Gelar
Raden Tumenggung (Adipati Indu Anjat Perian)
Yang Melahirkan Pasang Mertua Dari Nala Singa
Juga Melahirkan Singa Yuda. Singa Yuda,
Menjadi Adipati Di Muara Kaman, Melahirkan
Anak Antaranya : Marga Gelar Maharaja Marga
Nata Kusuma Diangkat Menjadi Adipati Di Muara
Gelumbang (Muara Bengkal) Yang Melahirkan
Tan Panjang Alias (Tuan Panjang) Yang
Melahirkan Dayang Sungka Isteri Sultan Aji
Muhammad Idris. Nala Marta Diangkat Menjadi
(Adipati Di Muara Kaman) Melahirkan Anak
Diantaranya : 1. Nala Mayang Melahirkan Anak
Antara Bernama Nala Perana Berputrakan Pendaik
Yang Melahirkan H. Mustafa Yang Melahirkan
Dayang Purnama Yang Diambil Isteri Oleh Sultan
Aji Muhammad Suleman Setelah Menjadi
Permaisuri Ke 4 Dayang Purnama Ber Gelar Ratu
Purnama. 2. Lingka Gelar Nala Pati Menjadi
Adipati Di Muara Kaman. 3. Singa Muda Menjadi
Kepala Kampung Di Sabintulung Dan Keturunanya
Tinggal Menetap Disana. 4. Wangsa Muda
Menjadi Kepala Kampong Di Menamang Dan
Keturunanya Menetap Disana. Dengan Adanya
Fakta Sejarah Seperti Diatas, Maka Kita Perlu
Berbangga Atas Nenek Moyang Kita Dulu
Bahwasanya Dengan Sarana Dan Prasarana
Terbatas Tetapi Sudah Bisa Berkomunikasi Dan
Saling Bersilaturahmi.
Kutai, 3 September 2001
Disyahkan Oleh Maharaja Kutai Mulawarman
M.S.P.A.IANSYAHRECHZA.FW.
DIERA TAHUN 1900 WILAYAH MUARA KAMAN
TELAH MENJADI DISTRIC HOOFD DALAM
WILAYAH PENJAJAH BELANDA SEDANGKAN
KEPALA WILAYAHNYA DIANGKAT DARI KERABAT
RAJA-RAJA DARI KUTAI KARTANEGARA
SEDANGKAN PARA KERABAT KERAJAAN KUTAI DI
MUARA KAMAN HANYA MENJADI KEPALA
KAMPUNG DALAM CATATAN KELUARGA
TERSUSUNLAH SILSILAH SEBAGAI BERIKUT :
MAJA GELAR NALA RAJA TUHA BIN DANDA
GELAR NALA GUNA MELAHIRKAN : 1. SALONG
GELAR NALA MAYANG, 2.TAPA, 3. TIRA, 4. SETA,
5. SALAR, 6.DITA, 7. DIRA.
SALONG GELAR NALA MAYANG BIN MAJA GELAR
NALA RAJA TUHA MELAHIRKAN ANAK 3 ORANG :
1. BENDUL GELAR JAYA KERAMA. (BELUM
DIKETAHUI KETURUNANYA), 2. KERINCING. 3.
SELAT, 4. NAI (BELUM DIKETAHUI
KETURUNANYA).
TAPA BIN MAJA GELAR NALA RAJA TUHA
MELAHIRKAN : 1. MOYAH. 2. BUNGGEK. 3. BIYAH
ALIAS MANG . 4. ALI.
TIRA BIN MAJA GELAR NALA RAJA TUHA
MELAHIRKAN : 1. KAMEW. 2. SEMAR. 3. PINDOK.
SETA BIN MAJA GELAR NALA RAJA TUHA
MELAHIRKAN : 1. KADER. 2. TIDOK. 3. NYOMBET.
4. AMSA.
DITA BIN MAJA GELAR NALA RAJA TUHA
MELAHIRKAN : UWON. TIDAK ADA SAUDARANYA
ANAK TUNGGAL.
SALAR BIN MAJA GELAR NALA RAJA TUHA
MELAHIRKAN : 1. IPIL. 2. MAMAT. 3. YEW 4.
KEPANG.
DIRA BIN MAJA GELAR NALA RAJA TUHA
MELAHIRKAN : 1. PANGERAN PERDAH.
2.KOMPAL. 3. LAGOK
9. KERINCING BIN SALONG GELAR NALA MAYANG
BERISTERI TIDOK BIN SETA MELAHIRKAN : 1.
UGENG.2.SAID. 3. MAS ALIAS SUMIK. 4. ENGKEH.
5.LAMAH. 6.JAMAL.
10. UGENG BIN KERINCING MELAHIRKAN : 1.
DULAH BEBINI GILET. 2. MIAH BELAKI GEBOK. 3.
SALUS BEBINI SUNOT. 4. KABIK BEBINI
NYONYAH.
11. SAID BIN KERINCING BEBINI TIJAH ALIAS
KOKOH MELAHIRKAN : 1.GARIT BEBINI MUNAH.2
RA’AH BELAKI IJAB (BANJAR), 3. NYONYAH
BELAKI KABIK BIN UGENG, 4 KUNYAK BELAKI
UTAL (TENGGARONG), 5 MANSUR BEBINI SEMI
BINTI RAKA’AT, 6. DA’UT BEBINI NOR GABAM
TIDAK ADA TURUNAN, 7. JUM ALIAS GO BEBINI
ENAH ALIAS TUGING, 8. SULEMAN BEBINI NENG
BINTI NUDIN, 9.DERON BEBINI 2 ORANG 1.
SENAH. 2.IDAR.
12. MAS ALIAS SUMIK BIN KERINCING BEBINI
BIDAH ALIAS ENDOK MELAHIRKAN : 1.ALIAH
ALIAS TIBUK. BELAKI GEDON. 2.DUDUI BELAKI
JAMUK. 3. JAPAR BEBINI JERAH. 4. ASMAEL
BEBINI CEMOT. 5. SIDIK (BUJANG). 6. DRAHMAN
(BUJANG). 7. ARPAN BEBINI SIAM. 8. ASON.
13. IPIL bin SALAR Bebini MOYAH Binti TAPA
Melahirkan : 1. TUYAH. 2. SAMSIAH. 3. JUMAT.
4. MASNAH. 5. NDURI.
14. ALI bin TAPA bebini LUPUS UNGKING (Dayak
Modang) Melahirkan : 1. SAIDI alias KO’OI.
2.SOOT. 3.UMON. 4. KIKIK alias NUDIN. 5.
CEMOK. 6. UKUK. 7. UNYUT. 8. MANTAN.
15. UWON bin DITA bin MAJA gelar NALA RAJA
TUHA bebini EMEU binti TIRA melahirkan : KIYAH.
16. EMEU binti TIRA Belaki SELAT bin SALONG
melahirkan: 1.RAKA’AT. 2. RAHMAT alias
NYUNYUNG. 3. ALIP alias BILAL. 4. BIDAH alias
ENDOK.
17. RAKA’AT bin SELAT bebini TUYAH
melahirkan : 1.H. ASMA bebini JERA’AH.
2.BADAR bebini SURI. 3.SEMI belaki MASUR bin
SAID dan bersuami kan SAHA. 4. GEDON bebini
ALIAH alias TIBUK. 5.RABAINAH, 6.JEMARICE’EW
bebini AJI MURNI binti AJI ASAN, .7.SAPUTRI,
8.MISRA bebini MASURA bin TARIP. 9.DILONG
bebini AJI NORIA binti AJI ASAN
Catatan Khusus : RAHMAT alias NYUNYUNG bin
SELAT melahirkan : 1. SAIDI. 2.TENGAU bebini
MIDAH binti JAPAR (Menamang). 3. TERAH belaki
SAMSU (Senambah). 4. MA belaki HENDRI
(Jawa). 5. ARSINAH alias NOT. 6. ABDUL bebini
BIYAH.
Kutai, 3 September 2001
Disyahkan Oleh Maharaja Kutai Mulawarman
M.S.P.A.IANSYAHRECHZA.FW.
KERINCING BIN SALONG GELAR NALA MAYANG
BERISTERI TIDOK BIN SETA MELAHIRKAN JAMAL
DAN MENURUNKAN A.IANSYAHRECHZA.F GELAR
MAHARAJA SRINALA PRADITHA
WANGSAWARMAN DAN MENURUNKAN
RAHMADI.S.PD GELAR PANGERAN SRI NALA
WANGSA DIPURA (MANGKUBUMI KERAJAAN
KUTAI MULAWARMAN) DI KERAJAAN KUTAI
MULAWARMAN PERTAMA TAHUN 2001
JAMAL Melahirkan DEDONG Diperisteri Oleh BONE
Bin SAMPO Sepupu Sekali Dengan RONGGE Gelar
SUTA KANAN Di Kota Bangun,
DEDONG Diperisteri Oleh BONE Bin SAMPO
Melahirkan Anak Antara Lain : 1. HAJAH ROHANI.
BOMBAY 2. USMAN. 3. BAKRI. 4. BORHAN.B. 5.
MASKOER. 6. ANUAR.B. 7. IFAH. 8.MASFAH.
9.IDARIANSYAH PIDOY. 10. ABDUL HAMID.
HAJAH ROHANI BOMBAY Gelar MAHAPUTRI SRI
NILA MARTA DEWI Bersuamikan AMER
Melahirkan : 1. AHMID. 2. JAMLI. 3. ALIANSYAH.
4. HANAFI. 5. SABRAN. 6. RUSDIANA. 7. ASWAR
BUENG.
USMAN Beristeri JUYAH Dan TIMAH Melahirkan :
1. RUSTINI. 2. MOHDAR. 3. NYOK. 4. JAINAL. 5.
IRIANI.
BAKRI TODAK Beristeri DIOK (Tuana Tuha)
Melahirkan : 1. KARTINI, 2. SURYADI. 3.
ARTINAH. 4. SAPRI Gelar PANGERAN SRINALA
WANGSA INDRA. 5. RUSNIAH. 6. RATNAWATI
Gelar MAHAPUTRI MAYANG NILA DEWI.
7.ENDANG, 8. SANIAH.
BORHAN IBOR Gelar PANGERAN SRINALA NATA
KUSUMA Beristerikan BADARIAH Gelar
MAHAPUTRI SRINILA PURNA DEWI Melahirkan :
1. SAIDI. 2. SAHRUNI. 3. HADRI. 4. ASTUTY. 5.
RAHMADI Gelar PANGERAN SRINALA MANGKU
NEGARA. 6. MULYADI Gelar NI RADEN NALA
KUSUMA NEGARA.
MASKOER Gelar PANGERAN SRINALA PRABU
WANGSA WARMAN Beristerikan RAKNI Gelar
MAHASURI SRINILA DEWI GARI Melahirkan :
SADELI Gelar PANGERAN SRINALA
WANGSARAGEN.
FATHUL Gelar PANGERAN SRINALA
WANGSAYUDA.
INDAR NUR AINI Gelar MAHAPUTRI SRINILA
KUMALA DEWI.
AZIS Meninggal.
MURAINI Gelar PANGERAN SRINALA WANGSA
WARMAN.
MIRNIWATI Gelar MAHAPUTRI SRINILA RATU
KUMALA.
A.IANSYAHRECHZA.F. Gelar MAHARAJA SRINALA
PRADITHA WANGSAWARMAN.
ILIANSYAH Gelar PANGERAN SRINALA
WANGSAPERDANA.
ANUAR B. Gelar PANGERAN SRINALA
WANGSAPATI Beristerikan MALA Melahirkan : 1.
MIRNA. 2. USMAN. 3.AGUS. 4. PILIK.
IPAH Gelar PUTRI NILA WATI Bersuamikan
DARHAM Berputrakan : 1. SAIPUL Gelar NI
RADEN NALA SAKTI. 2.ARMIAH. 3. AMRUL.
4.KUPAT. 5. GULIK. 6. ADUT. 7. ATENG.
8.JAMHARI. 9.JAILANI. 10.MIAR.
MASFAH TIDAK ADA TURUNAN.
IDARIANSYAH PIDOY Gelar PANGERAN SRINALA
WANGSAKELANA Beristeri MAMAH (Sunda)
Melahirkan : 1.MUH.SAPII. 2.SITI FATIMAH. 3.
NITA HANDAYANI. 4.JULIANA. 5. MUH.SOPYAN.
6. SINTA.
ABDUL HAMID TIDAK ADA TURUNAN.
Kutai, 3 September 2001
Disyahkan Oleh Maharaja Kutai Mulawarman
M.S.P.A.IANSYAHRECHZA.FW.
SILSILAH KETURUNAN AWANG KAMPUNG PANJI
YANG BERDIAM DI KECAMATAN KENOHAN
SESUAI CATATAN TANGGAL 15 AGUSTUS 2009
DICATAT OLEH PANGERAN SRINALAPATI
SYACHRANI WIRAJAYA KETUA MAJELIS
KERAPATAN TATA NILAI ADAT KERAJAAN KUTAI
MULAWARMAN MENURUT KETERANGAN AWANG
ARPIDIN MENJADI KEPALA ADAT BESAR
KECAMATAN KENOHAN
Awang Din Bin Awang Nia Keturunan Dari
Kampung Panji Berdiam Di Kahala (Awang Din
Beristeri Senah Orang Kahala), Dan Melahirkan
Anak 2 Orang Yang Diketahui Antara Lain :
Awang Momok.
H. Awang Tiong.
Awang Momok Bin Awang Din Beristeri Hj. Ijah
(Dari Lamin Lotop Dipinggir Loah Berambai
Keturunan Tunjung Abit), Melahirkan Anak Antara
Lain :
H. Awang Armansyah.
H. Awang Ardin.
Dayang Armunah.
Hj.Dayang Arpiah.
Awang Arkisman.
Awang Arpidin.
H. Awang Tiong Bin Awang Din Beristerikan Hj.
Hasanah Binti Hasan (Dikahala) Melahirkan Anak
Antara Lain :
Hj. Dayang Masja.
Dayang Mamus.
H. Awang Syahrial (Diliang Kota Bangun)
Awang Norlan.
Awang Astarli (Disamarinda).
Hj. Dayang Uyu (Ditenggarong).
H. Awang Uday (Diliang Kota Bangun).
H. Awang Armansyah Bin Awang Momok Beristeri
Hj. Siah Binti Jakaria (Dikahala) Yang Melahirkan
Anak Antara Lain :
Dayang Amah Bimasiah.
Awang Lidiani (Kepala Desa Kahala).
Dayang Astuti Alias Naboy.
Awang Udin.
Dayang Irma.
H. Awang Ardin Bin Awang Momok Beristeri Hj.
Norsehah (Dikahala) Tidak Ada Keturunan.
Dayang Armunah Binti Awang Momok Bersuami
Masrani Bin Kurnain (Dikahala Melahirkan Anak
Antara Lain : 1. Suhartono. (Ketua Bpd Kahala),
2. Kauli. 3. Tina. (Anggota BPD Kahala)
Hj. Dayang Arpiah Bin Awang Momok Bersuami H.
Asmadin Bin H. Marta Insari (Kepala
Kampungdikahala) Berputrakan Antara Lain : 1.
Ramli. 2. Idah. 3. Nunuk. 4. Faruk. 5. Fauji. 6.
Imi.
Awang Arkisman Bin Awang Momok Beristeri Juli
(Dikahala) Memiliki 13 Orang Anak Tidak
Diketahui Namanya.
Awang Arpidin Gelar Pangeran Arpidin Wangsa
Perbangsa (Menjabat Mangkubumi Wilayah
Penjunjung Setia Kerajaan Kutai Mulawarman
Berdaulat Di Kenohan Serta Menjabat Kepala Adat
Besar Kecamatan Kenohan Beristeri Norhaayati
Binti Ijam Dan Melahirkan Anak Antara Lain : 1.
Dayang Nor Fatimah. 2. Dayang Nurlis. 3. Awang
Ardiansyah.